Kegiatan

Urban Resilience: Flood Management in Semarang City

Satu kegiatan berskala internasional bertema ‘Urban Resilience: Flood Management in Semarang City’ sedang berlangsung antara tanggal  24  November – 8 November 2016 di Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota,UNDIP. Diawali dengan short course selama 3 hari yang melibatkan Micha Fisher, PhD Student dari University of Hawai’i at Manoa, Amerika Serikat sebagai intruktur dan diikuti oleh 10 mahasiswa MPWK UNDIP dan 3 mahasiswa S1 UNDIP. Selain teori dan konsep, para peserta diajak untuk mengunjungi wilayah yang terkena dampak rob di Kemijen, Semarang.  
Selain itu, pada minggu berikutnya diadakan kegiatan joint studio melibatkan 8 mahasiswa Master of Urban and Regional Planning , University of Hawai’i at Manoa dan  5 mahasiswa MPWK Undip. Kegiatan joint studio di Kota Semarang ini,  juga melakukan kunjungan instansi pada kantor Pemerintah Kota Semarang  yang melibatkan Bappeda Kota Semarang, Badan Pengelola Polder Banger, Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BLH), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), PSDA, dan Dinas Kesehatan. Selain itu dilakukan diskusi dengan LSM lokal seperti Bintari, Pattiro,Perdikan dan Mercy Corps Indonesia. Kegiatan kunjungan lapangan dengan mewawancari masyarakat dan  kelompok masyarakat di Kemijen, kegiatan studio workhop diakhiri dengan presentasi hasil akhir pada akhir kegiatan tersebut.

Kegiatan ini merupakan prakarsa dari Prof. Dolores Foley dari University of Hawai’I dan Dr.Ing Wiwandari Handayani, ST,MT,MPS dari UNDIP. Dengan didukung sepenuhnya oleh Wakil Rektor UNDIP IV bagian pengembangan dan kerjasama, Prof Dr. Ir. Ambariyanto, M.Sc serta Dekan Fakultas Teknik Ir. M. Agung Wibowo, MM,Msc, Ph.D dan Departemen Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, UNDIP khususnya Prodi MPWK, serta University of Hawai’I at Manoa dan USAID, diharapkan joint studio ini tidak hanya memberikan pengalaman bersama bagi mahasiswa yang terlibat dari kedua universitas untuk mengatasi masalah yang berkaitan dengan pembangunan kota dan terutama ketahanan perkotaan dalam menghadapi bencana dan perubahan iklim, namun juga akan mempererat kerjasama 2 universitas di masa yang akan datang.