Kegiatan

Rangkaian Kuliah Umum Akhir tahun 2018

Rangkaian Kuliah Umum & Join Course MPWK UNDIP Pada Akhir tahun 2018

Kuliah Umum bersama Walikota Magelang Ir. H. Sigit Widyonindito, MT

Pada hari Jumat, 9 November 2018 Program Magister Pembangunan Wilayah dan Kota Unversitas Diponegoro menggelar kuliah umum bersama Walikota Magelang, Bapak Ir. H. Sigit Widyonindito, MT. Acara ini bertemen Pembangunan di Kota Magelang. Kuliah umum ini dihadiri oleh para dosen, dan mahasiswa Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota yang menyambut dengan antusias.

Kegiatan kuliah umum diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Sambutan yang petama disampaikan oleh Ketua Program Studi MPWK Dr.sc.agr. Iwan Rudiato, ST, Msc, kemudian sambutan dari Ketua Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota Bapak Dr. Ir. Hadi Wahyono, MA dan Wakil Dekan III Bidang Komunikasi dan Bisnis Fakultas Teknik Bapak Dr. Ing, Asnawi, ST. Seusai sambutan-sambutan tersebut, Bapak Dr. Yudi Basuki, ST, MT selaku moderator membacakan CV dan memperkenalkan Bapak Ir. H. Sigit Widyonindito.

Pada kuliah umum ini, beliau berbagi banyak pengalaman dalam meniti karir. Dimulai dari lulusan D3, menjadi PNS Golongan IIA sambil melanjutkan studi S1, dan kemudian menempuh studi di MPWK Undip tahun 2003. Sebelum beliau menjabat menjadi kepala daerah, beliau telah mengabdi sebagai birokrat selama 30 tahun dan terakhir menjabat sebagai Kepala Dinas PU. Tahun 2010 beliau dipercaya menjadi walikota Magelang hingga saat ini telah memasuki masa jabatan periode kedua sampai pada tahun 2021 mendatang.

Menurut beliau, esensi dari memimpin adalah harus membawa kesejahteraan bagi masyarakat dan harus visoner. Hal tersebut terbukti dengan hasil perkerjaan beliau pada Kota Magelang. Persentasi penduduk miskin Kota Magelang dari tahun 2011-2017 mengalami penurunan, pendapatan daerah 2013-2017 selalu mengalami peningkatan dan Kota Magelang juga meraih beberapa prestasi. Prestasi tersebut seperti Kota Cerdas (Smart City), Kota Layak Anak, Piala Adipura, dan masih banyak lagi. Selain berbagi pengalaman, beliau juga memaparkan bercita-citanya untuk menjadikan Kota Magelang sebagai “Singapuranya Jawa Tengah”. Walaupun Magelang Kota yang terbilang kecil (luas ± 18,54 km2) namun semuanya ada, segala fasilitas terpenuhi.

Berdasarkan pengalaman beliau dalam karirnya, banyak materi-materi yang kuliah diajarkan di MTPWK (sekarang MPWK) yang beliau terima sudah berpuluh-puluh tahun lalu masih membekas dan mengilhami beliau dalam karirnya. Satu ilmu dasar yang selalu mengilhami beliau, yaitu analisis SWOT. Terbukti bahwa alat analisis sederhana tersebut bisa membawa suatu kota menjadi lebih baik di tangan seorang walikota yang benar-benar mengerti dan menggunakan analisis tersebut.

Setelah Bapak Sigit memberikan materi perkuliahan, kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Sebelum kuliah umum selesai, pihak kampus yang diwakili oleh Bapak Dr.sc.agr. Iwan Rudiato, ST, Msc memberikan kenang-kenangan kepada Bapak Ir. H. Sigit Widyonindito dan ditutup dengan foto bersama.

 

Join Course Master of Regional and Urban Development Diponegoro University-Technische Universität Berlin

Program Magister Pembangunan Wilayah dan Kota Universitas Diponegoro dan Institute of Urban and Regional Planning Technische Universität Berlin mengadakan program join course untuk mempelajari Urban Regeneration di Kota Semarang. Program serupa sudah pernah dilakukan sebelumnya dengan University of Hawaii pada tahun 2016 silam. Kegiatan join course ini bertemakan Operationalizing Sustainable and Participatory Development Approach towards Semarang Resilient. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengetahui tentang operasionalisasi berkelanjutan dan pendekatan pembangunan partisipatif menuju Semarang yang tangguh dan meningkatkan kompetensi siswa untuk menyelesaikan permasalahan nyata tentang pembangunan di area yang kurang berkembang. Kota Semarang dipilih sebagai wilayah observasi karena Semarang telah menjadi bagian dari 100 Ressilient City, yaitu sebuah program dan jaringan 100 kota-kota di dunia dalam meningkatkan ketahanan kota.

Kegiatan join course ini berlangsung dari 2-9 Desember 2018 dengan diikuti oleh 12 mahasiswa dari dari TU Berlin dan 11 mahasiswa Undip. Mahasiswa-mahasiswa tersebut didampingi oleh Prof. Dr. Felicitas Hillman TU Berlin, Dr. Wiwandari Handayani, ST., MT., MPS, Mada Sophianingrum, ST, MSc, MT, Bintang Septiarani, ST, MT dari MPWK Undip.

Para mahasiswa dan dosen melakukan berbagai kegiatan yang terdiri dari kuliah umum; kunjungan lapangan ke berbagai tempat, yakni Kota Lama Semarang; Kampung-Kampung Kota Semarang; Daerah Pesisir Semarang yaitu Tambak Lorok-Tanjung Mas, Kemijen dan Moro Demak; serta Industri Tekstil), melaksanaan Focus Group Discussion/wawancara dengan orang lokal dan workshop. Pada akhir kegiatan join course ini, para peserta melakukan presentasi hasil studi yang mereka telah kerjakan pada workshop.

Selain melakukan studi, para peserta juga sekaligus berwisata mengunjungi beberapa obejek wisata di sekitar Kota Semarang, yaitu Bandungan, Kampung Kopi Banaran dan Mangrove. Acara join studio ini berjalan dengan baik dan tujuan pelaksanaan kegiatan ini dapat terpenuhi.

 

Kuliah Umum Prof. Dr. Felicitas Hillman (Technische Universitat Berlin)-M. Luthfi Eko Nugroho (Bappeda Kota Semarang)

Senin, 3 Desember 2018 MPWK mengadakan kuliah umum sebagai bagian dari Public Lecture Series dan juga join course MPWK Undip-Technische Universität Berlin. Kuliah umum kali ini diisi oleh Prof. Dr. Felicitas Hillman dari Technische Universitat Berlin dan Bapak M. Luthfi Eko Nugroho dari Bappeda Kota Semarang. Acara kuliah umum ini dihadiri oleh para dosen, peserta join course, dan mahasiswa lainnya. Kuliah umum ini diberi tema “Learning from Planning System in Germany dan Urban Resilience Implementation in Semarang”

Prof. Dr. Felicitas Hillman memberikan paparan dengan judul Introduction into the German planning system – challenges and potentials of demographic change and migration in Germany”. Dalam pemaparannya Prof. Dr. Felicitas Hillman menyampaikan mengenai sistem perencanaan di Jerman beserta tantangannya: bagaimana pola demografi termasuk imigran mempengaruhi dalam implementasi sistem perencanaan yang ada, termasuk dalam penyediaan perumahan untuk pengungsi yang terintegrasi.

Bapak M. Luthfi Eko Nugroho mengambil tema “Urban Resilience Implementation in Semarang”. Bapak M. Luthfi Eko Nugroho memaparkan tentang profil Kota Semarang, latar belakang bergabungnya Kota Semarang dalam 100 Resilient Cities, apa saja fase yang telah dilalui dalam mewujudkan Kota Semarang sebagai Kota tangguh dan keterkaitan visi misi serta program kerja pemerintah Kota Semarang dalam mendukung Semarang Resilient City.

Pada setiap sesi pemaparan diberi kesempatan bagi para peserta untuk bertanya dan berdiskusi dengan para narasumber. Setelah kuliah umum selesai, acara ini ditutup dengan foto bersama.