Kegiatan

A Visiting Lecture dengan topik Smart and Resilient City

30 Agustus 2017, Program Magister Pembangunan Wilayah dan Kota (MPWK) Universitas Diponegoro mengadakan kuliah umum dengan tema Smart and Resilient City. Pada kuliah umum kali ini terdapat dua pembicara yang sangat kompeten dalam bidang Resilient City, yaitu Sam Kernaghan yang merupakan Direktur Asosiasi Asia-Pasifik Singapura dan Profeso Kim Sung-Kyun, Ph.D, dari Seoul National University. Kuliah umum ini tidak hanya dihadiri oleh mahasiswa MPWK, mahasiswa S1, Mahasiswa S3 serta D3 dan Dosen-dosen Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota juga menghadiri kuliah umum ini.

Kegiatan Kuliah umum diawali dengan pembukaan oleh Ketua Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Bapak Dr. Ir. Hadi Wahyono, MA dan sambutan dari Dekan Fakultas Teknik Bapak Ir. M. Agung Wibowo, M.M., M.Sc., Ph.D. Dilanjutkan kuliah umum dengan pembicara pertama yaitu Profesor Kim Sung-Kyun, beliau menceritakan bagaimana melakukan redevelop jalur rel kereta api yang sudah tidak digunakan lagi di Kota Seoul. Pendekatan yang beliau gunakan ialah pendekatan sustainable development. Dalam melakukan redevelopment tersebut Prof Kim membuat konsep dengan memetakan beberapa zoning. Zoning yang pertama adalah zoning untuk young community center, zoning kedua adalah digunakan untuk wilayah universitas dan pusatnya K-pop, zoning ketiga digunakan untuk community and relaxation, dan zoning yang terakhir digunakan untuk nature and ecology.

Setelah Prof Kim selesai memberikan materi, kemudian giliran pembicara kedua yaitu Sam Kernaghan menjelaskan mengenai program-program kota di dunia yang menerapkan konsep resilient city. Salah satu kota yang menerapkan konsep resilient city adalah kota Medellin yang ada di Negara Kolombia. Beliau menjelaskan bagaimana kota Medellin bisa berkembang pesat setelah pada tahun 1988 bentuk kota dari Kota Medellin sangatlah terpuruk. Sam juga menjelaskan bagaimana kerangka dari city resilience bisa mengubah kota Medellin tersebut. Setelah narasumber selesai memberikan kuliah umum, sesi selanjutnya adalah sesi tanya jawab yang di moderatori oleh Dr. Wiwandari. Kuliah umum ditutup dengan sesi pemberian kenang-kenangan dari pihak kampus ke pembicara.